+62542 7212628 admission@hbics.sch.id

Seringkali para orangtua dibuat frustasi oleh anak-anak mereka ,mereka sulit sekali dinasihati dan dilarang melakukan sesuatu hal. Dinasihati tidak mendengar, diberikan pengertian tidak masuk sama sekali, apalagi sewaktu diberikan perintah, jangankan mendengar, mereka malah menolak mentah-mentah perintah kita dan berlalu begitu saja.

Namun lagi-lagi, meski diperlakukan demikian seringkali sebagai orangtua kita kalah dengan ego anak yang begitu tinggi dengan alasan mereka masih kecil dan belum mengerti apa-apa. Namun tahukah anda, jika pola asuh yang demikian terus-terusan anda terapkan pada anak-anak, hal ini bukannya menyelesaikan masalah dan membuat anak anda menjadi patuh.

Sebaliknya, sikap anda yang terus-terusan memberikan kesempatan pada anak sewaktu mereka melakukan kesalahan dengan berharap suatu hari nanti mereka bisa berubah menjadi patuh dan penurut adalah hal yang keliru.

Nah, Cara berikut ini…

Penting sekali diterapkan pada anak-anak ketika anda mendidik mereka agar bisa patuh saat anda memberikan nasehat atau perintah.

  • Panggil Nama Mereka

Ketika anda membutuhkan bantuan anak-anak atau sewaktu anda hendak memberikan perintah kepada buah hati, hendaknya tidak usah BERTERIAK atau MENGOMEL dengan tidak jelas. Selain tidak akan menyelesaikan masalah, hal ini tidak akan membuat anak anda segera menghampiri anda dan melakukan perintah yang anda berikan pada mereka. Sebaliknya,

kondisi anak-anak malah akan terkejut, takut dan bahkan kesal dengan tidak mau menghampiri atau bahkan berpura-pura tidak mendengar. Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan? Nah, untuk itulah sebuah teriakan bukanlah cara yang baik mendidik anak. Ada baiknya ketika anda membutuhkan mereka atau hendak memberikan perintah,

segera hampiri mereka atau hampiri keluar saat mereka bermain diluar. Lalu dekati mereka dan katakan jika anda membutuhkan mereka dirumah. Ingatlah jaga citra anak-anak dihadapan teman mereka, jangan sampai anda memberikan perintah atau meneriaki anak-anak didepan teman – temannya.

Hal ini akan membuat mereka malu dan malah jengkel pada diri anda. Ketika anak jengkel, maka bisa ditebak hal lain yang akan terjadi adalah pertengkaran dengan anak yang malah akan memperburuk suasana.

  • Dengarkan Anak-Anak Anda

Meski anda memberikan perintah pada anak-anak atau pada saat anda benar-benar membutuhkan mereka, ini bukan berarti anda harus mengabaikan mereka dan tidak mendengarkan keluahannya. Perilaku anak-anak yang menolak atau tidak mengabulkan perintah anda bisa dilatar belakangi karena mereka capek sepulang sekolah,

tidak enak hati dengan lingkungannya atau merasa tidak enak badan. Untuk itu, sebaiknya maklumi dan berikan perintah sesuai dengan kapasitas anak.

  • Kondisikan Perintah dengan Waktu Anak-Anak

Sewaktu anda memberikan perintah dan anak-anak terlihat malas melakukannya, jangan terlalu dini menghakimi bahwa anak anda malas dan sulit diberikan perintah. Kondisikan terlebih dahulu dengan waktu anak, apakah kala itu anda memberikan perintah saat anak baru saja pulang sekolah, pulang les atau saat anak lelah pulang bermain.

Hal ini tentu saja akan menguras tenaga anak sewaktu anda memberikan perintah. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk beristirahat sejenak dan meminta mereka saat tenaganya sudah kembali pulih. Selain itu, mintalah dengan sopan, kondisi lelah pada anak akan membuat segala hal yang membebaninya menjadi sebuah tekanan untuk dirinya.

Dengan meminta lewat cara yang sopan akan membuat tekanan dalam diri anak memudar dan membuat mereka lebih mungkin mau melakukan perintah anda.

  • Tatapan Mata Anda Pada Mereka

Sebuah tatapan mata memiliki kekuatan untuk menunjukkan sebuah perasaan. Ketika orangtua menatap mata anaknya, maka mereka akan melihat bahwa kita memberikan perhatian, bukannya amarah dan perintah yang m endikte mereka. Dengan menatap mata anak anda, mereka akan merasa dipedulikan dan dihargai.

  • Menjadi Teladan Yang Baik Untuk Anak Anda

Terkadang orangtua lupa bahwa mereka pun sebenarnya pernah ingkar janji entah pada lingkungan atau anak-anak mereka sendiri. Dari semua teori cara mendidik anak, intropeksi diri atau bercermin diri seringkali menjadi hal yang terabaikan.

Bagaimana mungkin seorang anak mau mendengarkan perintah dan nasehat orangtua dan patuh pada semua perintahnya, jika orangtua mereka seringkali memberikan harapan atau janji palsu atas ucapannya. Apalagi dengan sikap orangtua yang seringkali memarahi anak-anaknya atas hal yang sebenarnya sering mereka lakukan sendiri.

Hal ini bisa mengurangi rasa percaya mereka terhadap orangtua. Untuk itu, penting sekali memperbaiki sikap dan perilaku sendiri dan menjadi teladan yang baik sebagai orangtua sebelum mengajarkan anak tentang sesuatu hal. Memiliki anak yang penurut dan patuh pada perintah dan nasehat orangtuanya tentu saja menjadi kebahagiaan yang tak terhingga untuk orangtua itu sendiri.

Dan cara diatas diharapkan mampu membantu orangtua mendidik anaknya.

 

Share This

Share This

Share this post with your friends!