+62542 7212628 admin@hbics.sch.id

ARTIKEL

DITANAM DENGAN BENAR

Dalam artikel kali ini saya cukup terpukau dengan Pohon Aras atau dalam bahasa Inggrisnya Cedar. Pohon ini dikatakan dari salah satu kutipan buku, bahwa pohon Aras adalah pohon yang berharga dan megah. Tumbuh di daerah Himalaya sampai Mediterania. Tinggi pohon ini bisa mencapai 21 sampai 24 meter dengan dahan-dahan panjang yang menjulur ke samping. Dahan-dahan aras dapat mencapai 33,8 meter dari ujung ke ujung. Beberapa keliling batang pohon tersebut bisa adalah 9-12 meter. Membayangkan hal tersebut tentulah pohon-pohon tersebut sangat besar dan terus tumbuh selama ratusan tahun.

Pohon ini menggambarkan kekuatan dan daya tahan serta terkenal karena keuletannya. Pohon Aras umumnya menghasilkan buah yang panjangnnya sekitar 20cm dan memelukan waktu yang tidak sebentar yaitu, 3 tahun untuk menjadi matang. Kayunya berwarna kemerahan dan bebas dari mata kayu. Getahnya wangi, menetes dari batang dan buahnya. Kayunya yang pahit menolak serangga dan melawan kebusukan.

Saya membayangkan bahwa anak-anak kita seumpama pohon Aras. Begitu elok, kokoh, penuh daya tahan, tinggi dan lebarnya kapasitas yang anak miliki seperti dahan serta tingginya pohon tersebut. Yang menghasilkan buah-buah dari masa belajar anak-anak tidaklah instan layaknya buah aras yang harus menahun menunggu hingga mata. Tidak dikarbit. Karakter yang nampak dan dirasakan orang lain yang bersentuhan dengan anak kita adalah wangi dan melekat bagaikan getah pohon Aras. Yang juga mampu bertahan dalam pergaulan bebas, tetap berprinsip menjaga diri dan pergaulan mereka seperti kayunya yang pahit menolak serangga dan melawan kebusukan.

Penting penanaman akhlak yang benar sejak dini. Mengenalkan anak pada Tuhan penciptanya. Menjadikan Tuhan sebagai sandaran hidupnya. Orang tua yang bersandar pada Tuhan tentunya akan melahirkan anak-anak yang juga serupa dan segambar dengan dirinya. Anda ingin melihat anak Anda, mulai berkata-kata saat ia berusia dua tahun, memahami bacaan saat memasuki sekolah dasar, menerima pendidikan dan menjadi pandai, mulai dapat menerapkan kebenaran, keadilan dan kejujuran di masa remajanya. Bahkan ia mulai memberikan kecedasannya kepada orang yang tak bepengalaman, mengajarkan pengetahuan serta kebijaksanaan kepada orang-orang yang lebih muda darinya. Ia semakin rendah hati, bijak, dan mampu mengimbangi para rekannya di dunia kerja. Kesemuanya itu bermodalkan karakter yang ditanam dengan benar. Baik tidak cukup, namun benar sesuai dengan kebenaran Tuhan yang ia temui dari sejak kecilnya. Selamat berjuang. Salam Hebat, Heboh, Keren.

Share This

Share This

Share this post with your friends!