+62542 7212628 admission@hbics.sch.id

Kenalkan Permainan Tradisional Pada Anak 

 

Permainan tradisional mungkin kita masih bisa melihat di daerah pedesaan, seperti bermain gasing, bekel dan permainan sejenisnya. Tetapi di perkotaan, pemandangan seperti itu sulit untuk ditemui lagi. Bermain game online di tablet, aneka game di mall, dan permainan berbasis elektronik lebih dipilih oleh anak sekarang daripada bermain Bekel, Gasing, Petak Umpet, Perbentengan, Lompat Tali, atau beberapa permainan tradisional. 

Perlu diketahui bahwa permainan tradisional memiliki banyak manfaat pada anak. Untuk itu sebagai orangtua, mari kita mengenalkan kepada anak anak kita bahwa permainan tradisional tidak kalah menariknya dengan permainan modern. Dukungan orangtua dan lingkungan sangat membantu agar permainan tradisional tidak punah dan tetap dikenal sepanjang masa sebagai warisan budaya kita.

Apa saja sih manfaat dari permainan tradisional yang dimaksud? Berikut manfaat dan pengaruhnya bagi perkembangan anak-anak kita yang wajib kita ketahui:

1. Anak belajar sportifitas
Melalui permainan tradisional seperti Congklak, anak belajar nilai sportif, di mana anak belajar menerima kekalahannya atau kemenangan lawannya secara terbuka, serta bermain secara jujur dan menghargai lawannya. Orangtua bisa memberi apresiasi kepada anak terhadap pencapaian yang diperolehnya. Menang atau kalah bukan menjadi tujuan sebuah permainan tetapi hargai lah anak kita karena ia bisa bersikap sportif.

2. Melatih kemampuan fisik anak
Permainan modern sekarang ini jarang yang menguras tenaga. Permainan sekarang dibuat lebih praktis dan simpel. Tidak sama dengan permainan tradisional seperti Perbentengan, Lompat Tali yang membutuhkan banyak gerakan. Permainan ini sangat membantu motorik anak dalam melaraskannya dengan berkoordinasi dengan anggota tubuh lainnya. Aktivitas ini sangat membantu perkembangan kecerdasan kinestetik anak berhubungan dengan setiap gerakan- gerakan anak.

3. Lebih bersosialisasi
Hampir semua permainan tradisional menekankan kebersamaan. Tanpa lawan atau teman, anak tidak bisa bermain suatu permainan. Itulah hebatnya permainan tradisional. Di sini anak belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain, tidak secara individual, belajar menunggu giliran, belajar berbagi dan belajar jujur dalam bermain.

4. Menggali kreativitas
Beberapa permainan tradisonal seperti Congklak dan membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk bali ternyata bisa mengasah kreativitas anak. Anak dilatih untuk menyusun strategi permainan agar bisa menang atau menciptakan permainan permainan baru dari bahan yang mudah ditemukan. Pada permainan tradisional, pemain dituntut lebih kreatif membuat peraturan permainan sendiri.

5. Belajar arti dari saling bekerja sama
Hampir semua permaianan tradisional dilakukan secara berkelompok. Pentingnya saling kerja sama dan membantu tim dalam meraih kemenangan wajib dilakukan. Pada permainan ini anak diajar agar tidak egois dan memberi kesempatan pada timnya agar sama sama mempunyai kesempatan dalam bermain.

6. Meningkatkan kepercayaan diri anak
Rasa percaya diri sangat dibutuhkan bagi setiap anak untuk masa depannya. Ketika memulai untuk bermain, tidak ada satu pun anak yang berharap akan kalah duluan, melalui kegiatan ini anak akan belajar mengeluarkan semua kemampuannya untuk menang dan mengalahkan lawannya. Rasa percaya diri inilah yang menjadi bekalnya kelak.

7. Belajar mengelola emosi
Pada saat bermain, anak akan meluapkan emosinya dengan berteriak, tertawa, dan bergerak. Keterampilan mengelola emosi secara tepat penting untuk dipelajari demi melatih kecerdasan emosional anak.

8. Mengajari anak untuk menghargai prestasi orang lain
Dalam beberapa permainan tradisional, anak dituntut untuk bisa menerima kekalahan tim jika timnya kalah. Menghargai kemenangan tim lawan membuat anak belajar untuk berbesar hati dan ikhlas.

9. Belajar bersikap demokratis
Dalam hal ini, anak-anaklah yang menentukan syarat dan ketentuan dalam bermain. Anak anak belajar berunding membuat keputusan siapa yang akan memulai permainan pertama. Anak juga berunding dalam membagi kelompok bermain. Memperkenalkan hal ini kepada anak artinya kita mengajarkan kepada anak untuk mengetahui nilai nilai luhur yang dimiliki bangsa ini dan menghargainya sebagai warisan bangsa.

Untuk manfaat lainnya, bisa baca artikel berikut ini.

Jika kalian penasaran bagaimana cara mendampingi belajar anak selama pendemi, bisa baca artikel kami yang berikut ini.

Sumber : Keluarga.com

Sekolah K.A.R.Y.A, di Harapan Bangsa

Bertumbuh, Bergerak, Berdampak

Share This

Share This

Share this post with your friends!